//
you're reading...
Cluster Fotografi (Photography)

Eksposure dalam Fotografi

photo1

Memahami eksposure mestinya sangat penting bagi para fotografer, khususnya fotografer pemula. Namun kerap seseorang setelah memiliki kamera digital baik slr maupun point & shoot, kita terpaku pada mode auto yang terdapat di kamera untuk waktu yang cukup lama. Mode auto memang paling tidak merepotkan dan cepat, namun tak memberikan kepuasan kreatifitas bagi para fotografer yang ingin lebih mengeksplore kreativitas.

Bagi fotografer pemula yang ingin meyalurkan jiwa kreatif  kedalam foto-foto yang dihasilkan, ada baiknya kita pahami konsep dasar eksposur. Kita simak kata-kata dari fotografer kenamaan, Bryan Peterson, telah menulis sebuah buku berjudul Understanding Exposure yang didalamnya diterangkan konsep eskposur secara mudah. Bila perlu kita sempatkan membaca bukunya.

Di dalam bukunya Peterson menyajikan  ilustrasi tentang tiga elemen yang harus diketahui untuk memahami eksposur, dia menamai hubungan ketiganya sebagai sebuah Segitiga Fotografi. Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera.

Ketiga elemen tersebut adalah:

  1. Iso – ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya
  2. Aperature – seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil
  3. Shutter Speed – rentang waktu “jendela’ didepan sensor kamera terbuka

Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut eksposur.  Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya.

Perumpamaan Simpel Segitiga Eksposur

Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami eksposur adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini beberapa pengajar fotrografer menyukai perumpamaan segitiga eksposur seperti halnya sebuah keran air. Shutter speed bisa diibaratkan sebagai berapa lama kita membuka keran, aperture adalah  seberapa lebar kita membuka keran dan ISO adalah kuatnya dorongan air dari Sumbernya dan air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera. Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya. Selamat mempraktekkan teori ekposure dalam bidikan anda.

Discussion

Comments are closed.

%d bloggers like this: